29 March 2011

Hiduplah Di Dalam Roh - Jangan Mendukakan Roh Kudus


Kita sedar bahawa Allah memiliki kehendak agar kita menjalani kehidupan ini setiap hari dalam kemerdekaan melalui Roh Kudus.  Sessungguhnya, apa yang menjadi keinginan Allah ialah agar kita sentiasa mencari Dia dengan sungguh-sungguh bagi memperolehi karya kepenuhan Roh Kudus. Karya kepenuhan Roh Kudus itu sememangnya terjadi di dalam diri kita dan juga keluar melalui kita.  Oleh itu, melalui pimpinan Roh Kudus, kita haruslah dengan sedaya-upaya untuk cuba menjadi penurut-penurut  Allah dan juga cuba untuk mengerti akan kehendak-kehendak-Nya.

          “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih”
          [ Efesus 5:1 ]

          “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti
          kehendak Tuhan.”
          [ Efesus 5:17 ]

Terdapat tiga cara yang  akan meletakkan kita pada keadaan yang salah dan yang seterusnya akan menolak kehendak Allah terhadap kita daripada berlaku iaitu menentang, mendukakan dan memadamkan Roh Allah. Cuba kita renung akan keadaan ketika Stefanus menyampaikan satu khotbah dengan penuh kuasa yang menyatakan kesetiaan Allah kepada bangsa miliknya yang tidak setia.  Ketika Stefanus diadili di hadapan pemimpin-pemimpin agama Israel, dia menyimpulkan pesannya dalam satu penilaian yang cukup jelas dan tepat :

          “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan 
          telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek 
          moyangmu, demikian juga kamu.”
          (Kisah Para Rasul 7:51)

Dalam ayat di atas dijelaskan mengenai jenis sikap hidup yang menentang karya Roh Kudus. Orang-orang yang menentang Roh Kudus ini memiliki sikap “keras kepala”. Mereka adalah orang yang hanya mengikuti kehendak dirinya sendiri dengan menuruti keinginan diri peribadi dan bukannya keinginan Allah. Orang-orang ini juga “tidak bersunat hati dan telinga” yang bermaksud  mereka tidak mengizinkan Allah untuk menghapus keinginan daging dari dalam hati mereka. Mereka tidak mengizinkan Allah berbicara kepada mereka melalui nabi-nabi mereka. Mereka berasa bahawa diri merekalah yang benar dan mampu. Ketika kita berperilaku sama seperti orang-orang tersebut, kita juga sebenarnya sedang “menentang Roh Kudus”.

Kita cuba renungkan pula saat ketika rasul Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Efesus. Dia memerintahkan mereka begini:

          “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah 
          memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”
          [ Efesus 4:30 ]

Dalam ayat tersebut  dia menjelaskan mengenai tindakan hati kita yang kita lakukan dan yang dapat mendukakan Roh Kudus.

          “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah 
          hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.”
          [ Efesus 4:31 ]

Roh Kudus merupakan satu peribadi. Roh Kudus adalah Allah sendiri dan bukan hanya sebentuk macam satu kekuatan atau pengaruh. Roh Kudus yang adalah Allah dapat terluka dan berdukacita  kerana perbuatan-perbuatan kita. Sebagai orang Kristian yang percaya namun dalam waktu yang sama kita merelakan kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah berlonggok dalam hati kita lalu berkuasa ke atas kita, maka akan timbullah kejahatan yang kemudiannya terungkap keluar dari mulut kita. Ketika itu berlaku, maksudnya kita sedang mendukakan Roh Kudus. Jadi, kita tidak patut menjadi orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga kerana semua hal itu selalu menentang Roh Kudus.

Kita imbas sekali lagi, ketika rasul Paulus menulis kepada orang-orang kudus di Tesalonika, dia memerintahkan mereka :

          "Janganlah padamkan Roh”.
          [ 1 Tesalonika 5:19 ]

Seperti api dapat dipadamkan maka dorongan-dorongan Roh Kudus agar kita berkarya dengan dipenuhi Roh juga dapat kita tolak melalui kekerasan kita.

-         Ketika kita membaca Firman Allah maka pada saat itu Roh Allah 
          dapat membangkitkan di dalam hati kita semarak api rohani yang
          berupa keyakinan dalam diri kita. Tetapi sama ada kita akan
          menanggapi pengaruh surgawi itu atau sebaliknya, itu bergantung
          kepada kelembutan hati kita untuk menurut keinginan Allah dan
          membuang jauh-jauh kekerasan kita.

-         Ketika Tuhan menyalakan suatu visi tentang kerja pelayanan
          bagi-Nya, apakah kita patuh atau sebaliknya kita mengabaikannya?

-         Ketika Tuhan memanggil kita untuk melakukan doa syafaat,
          apakah kita berseru kepada Allah yang Kudus atau sebaliknya kita
          menekan hasrat yang cuba diterbitkan oleh Tuhan itu?

-         Apakah kita mengizinkan Roh Kudus sentiasa berkobar-kobar
          dalam hati kita atau sebaliknya kita memadamkan Roh Kudus?

Mustahak sekali untuk kita hayati perintah yang diberikan dalam Efesus 5:18

          "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, kerana anggur 
          menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh
          dengan Roh."

Ayat di atas merupakan suatu perintah dan bukan setakat suatu penjelasan. Makanya, dipenuhi dengan Roh Kudus menjadi suatu kenyataan peribadi kepada orang yang menjawab perintah ini dengan sungguh-sungguh. Sebagai tambahan, bentuk perintah ini berisi suatu wawasan yang luar biasa berkaitan tentang makna dipenuhi dengan Roh Kudus dan keinginan Allah bagi kita. Perintah untuk dipenuhi dengan Roh Kudus membawa maksud suatu situsasi yang harus selalu terjadi. Maksud ini dapat diterjemahkan secara ringkas:

Selalu harus dalam keadaan dipenuhi dengan Roh Kudus

Perintah yang keras ini merupakan suatu panggilan untuk kita selalu membentuk cara dalam menjalani kehidupan ini melalui pimpinan Roh Kudus ke atas kita dan bukannya hanya diperlihatkan melalui peristiwa-peristiwa atau keadaan-keadaan yang bermusim dan tertentu sahaja. Menjadi kehendak Allah yang mutlak agar kita hidup hari demi hari dengan semakin bertambah kuat dalam pimpinan dan pekerjaan Roh Kudus ke atas kita . Kita harus berdoa dengan merendahkan diri untuk meminta agar kita dipenuhi dengan Roh Kudus oleh Bapa di surga untuk menghadapi kehidupan ini sama ada dalam cabaran-cabaran mahupun kesempatan-kesempatan yang muncul di hadapan kita.


Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...