20 March 2011

Ya Bapa, Ampunilah Mereka, Sebab Mereka Tidak Tahu Apa Yang Mereka Perbuat.


“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
(Lukas 23:34)

Satu perkara biasa kalau orang yang sedang dijatuhkan hukuman dengan cara disalibkan untuk berteriak-teriak dari atas salib itu dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang penuh berisi ungkapan penderitaan dan permintaan untuk dibebaskan. pasti saja mereka akan mencaci maki dan meludahi sesiapa saja yang menonton kejadian penghukuman ke atas mereka itu. Kata-kata yang diucapkan pasti penuh dengan nada-nada balas-dendam yang tidak dapat diungkapkan dengan tindakan nyata.


Namun, apa yang terjadi kepada Yesus ketika Dia tersalib? Ya, ketika seluruh dagingnya kini telah tergores koyak, tubuh yang tergantung telanjang tanpa seutas benang melekat di tubuh-Nya. Yesus yang harus menghadapi saat kematian yang begitu sangat memalukan. Da tidak berteriak atau mencaci-maki para penghukum-Nya. Dia juga tidak meminta agar Dia dibebaskan dari hukuman yang sudah dijatuhkan. Sebaliknya, Dia malah berdoa bagi musuh-musuh-Nya. Dia berdoa untuk mereka yang telah mengoyak tubuh-Nya. Dia berdoa untuk mereka yang telah menelanjangi diri-Nya dan yang telah mengangkat tukul memaku tangan dan kaki-Nya di kayu salib. Dia berdoa untuk mereka yang melontarkan kata-kata hujatan terhadap-Nya. Dia berdoa untuk mereka yang sedang membuang undi atas pakaian-Nya.

Jika Yesus menggunakan kuasa ketuhanan-Nya, Dia boleh saja memerintahkan bumi terbuka dan menelan semua musuh-musuh-Nya itu hidup-hidup. Namun apa yang berlaku adalah sebaliknya, di atas salib itu, pada bab terakhir buku kehidupan-Nya, Dia hanya memilih untuk melakukan apa yang sudah Dia ajar kepada semua orang selama hidup-Nya:

"Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah
musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah
bagi mereka yang menganiaya kamu."
(Matius 5:43-44)

Malah Yesus dalam pengajaran-Nya kepada semua orang percaya tentang hal pengampunan. Dia menyeru agar kita memaafkan tujuh puluh kali tujuh kali. Yesus tahu bahawa memaafkan orang lain merupakan sesuatu yang tidak mudah. Atas sebab itu jugalah maka pada akhir hidup-Nya di dunia ini, Yesus mengingatkan kita sekali lagi betapa pentingnya memaafkan orang lain sebagai prasyarat utama agar kitapun diampuni:

"dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga
mengampuni orang yang bersalah kepada kami"
(Matius 6:12)

Yesus benar-benar melaksanakan apa yang pernah diajarkan-Nya. Dia memberikan kepada kita satu teladan yang nyata. Anda dan saya, pasti kita dipertemukan dengan orang-orang yang menyakiti diri kita. Dapatkah kita berdoa untuk orang-orang yang menyakiti kita itu?  Hanya ada satu kekuatan yang boleh membantu kita untuk melakukannya, bahawa kita telah diampuni secara percuma oleh Tuhan, kita telah ditebus dengan nilai darah dan daging-Nya yang sangat mahal. Oleh itu, kita sepatutnya dan selayaknyalah mesti mengampuni orang lain tanpa syarat.

Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...